A LITTLE PIECE OF ME

Mohamad Taufik Baletty

DR. ‘Aidh al Qarny menggambarkan tentang istrinya:

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:

Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diredhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama, subhanallah……

Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?! Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?! Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya?! Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air mata tertahan?! Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.

Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?! Terima kasih istriku… inshaa Alloh kamu menjadi penghuni surga. Aamiin.

via dewisandra

"Wanita itu cantik ketika berada di dua keadaan, yaitu ketika bangun tidur dan ketika menangis. Karena saat itulah ia alami dan apa adanya."

— M. Rizqan Akbar (via satriditya)

Arti Blog Untukku

Well, mungkin bagi orang lain, tumblr atau blogger hanyalah another type of medsos. Tapi untukku, that’s not true.

Tumblr adalah tempat isi pikiranku terungkap. Tempatku mengekspresikan diri. Tempat dimana aku bisa mendengarkan isi hatiku dan menyelesaikan masalah-masalahku. Menulis adalah bagian dari hidupku sejak dulu, dan saat ini, tumblr adalah tempat yang paling kusukai untuk melakukannya.

Mungkin memang benar, di sini, tulisanku tidak hanya dapat dibaca olehku. Orang lain yang bahkan tak kukenal, bisa melihatnya. Tapi itulah tumblr. Itulah yang dilakukan oleh para blogger di dunia maya. Kami semua adalah orang yang senang menuangkan hidup kami dalam tulisan, dan lebih senang lagi saat ada orang-orang yang membacanya, menikmatinya. Kalaupun ada yang tak menyukai tulisan kami ataupun men-judge kami karena tulisan kami, kami tak begitu peduli. Itulah kami, para penulis. (Yah, atau setidaknya, aku.)

Tulisanku adalah ekspresi diriku. Bukan berarti di sini aku sedang menyindir atau menusuk orang lain karena tulisanku. Seperti yang kubilang, setiap bagian dari hidupku adalah inspirasiku. Dari sanalah setiap cerita bisa teruntai dari jemariku. Kurasa begitupun halnya dengan penulis lain.

Maafkan aku jika kamu merasa tidak nyaman karena tulisanku. Tapi sulit bagiku untuk melepaskan diri dari menulis, yang sudah menjadi duniaku sejak aku kecil. Aku tidak pernah membencimu. Aku selalu menyayangimu. Tak pernah maksudku menulis adalah untuk menusukmu. Aku hanya memberi kesempatan bagi diriku untuk mengungkapkan isi hatinya, dan membantunya untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Aku bisa lebih sabar karena menulis. Aku bisa lebih lega karena menulis. Aku bisa lebih dewasa karena menulis.

Karena menulis tak hanya menjelmakan ide menjadi tulisan. Menulis adalah memberi kesempatan pada seseorang untuk mendengarkan isi hatinya.

When she was just a girl
She expected the world

But it flew away from her reach
So she ran away in her sleep
And dreamed of paradise
Every time she closed her eyes

When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
And the bullets catch in her teeth

Life goes on
It gets so heavy
The wheel breaks the butterfly
Every tear, a waterfall

In the night, the stormy night
She closed her eyes
In the night, the stormy night
Away she’d fly,
and dreamed of paradise

So lying underneath those stormy skies
She said,
I know the sun must set to rise

This could be paradise

——————————————————————————————————-

This song kinda stuck in my head these several days. You know, I’ve been struggle for my undergraduate thesis since several months ago. And I’m kinda super tired of it. Yah, but things will get better somehow, right?

Like its said,

I know the sun must set to rise
This could be paradise

"Saat mencintai seseorang, apapun kesalahannya, kamu tidak akan bisa begitu saja berhenti mencintainya"

— Truth or Dare

Apa semua orang yg seumuran saya (atau lebih tua) pasti akan jadi penuh make up ya? Apa saya juga di masa depan akan jadi seperti itu?

"Don’t mix between my personality and my attitude, because my personality is ME but my attitude depends on YOU"

— Anonymous

I really adore that type of girl who looks smart and geek, wearing glasses, love both science and music, book-lover, could be weird sometimes and yet still looks stunningly beautiful at the same time.

"If we give, all we’ve got, we will make it through"

Code Lyoko

ceritanya lagi nyemangatin diri sendiri yang lagi struggle menghadapi skripsi