A little piece of me ♥

Untuk yang bertanya

Banyak orang bertanya.
Apa kamu yakin? Apa kamu siap? Kenapa kamu bisa seberani itu?

Jangankan kalian, akupun bertanya-tanya pada diriku sendiri. Apa aku bisa? Yakinkah aku? Siapkah aku?

Kalau masalah keberanian, sejujurnya aku tidak seberani itu.

Aku masih menyimpan ragu.

Seperti yang kalian tahu, ini tidaklah mudah.

Tapi apakah menunda akan membuat ini menjadi mudah? Kurasa tidak juga.

Sampai kapanpun, masalah akan selalu ada. Entah sekarang, entah nanti. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Akan dijadikan rintangan, atau tantangan?

Banyak orang yang menunda, lalu menyesal. Tanpa mereka sadari, sebenarnya penundaan mereka juga akan berakhir di muara pencarian yang sama.

Mencari apa yang saat ini sedang hampir kucapai dan kumiliki.

Kurasa tidak ada yang salah dengan ini. Usia hanyalah angka, tak ada hubungannya dengan kedewasaan manusia.

Selama mau berusaha, jalan akan selalu ada, bukan? Lagipula pilihan ini tidak kuambil dengan gegabah. Aku memikirkannya baik-baik. Dan aku tak melakukannya tanpa persiapan. Sambil menuju ke sama, aku berusaha mempersiapkan diriku sebaik mungkin.

Kau tahu? Tak semua orang beruntung untuk memiliki ini. Beberapa orang malah menyia-nyiakan dan melepaskannya.

Aku tak ingin begitu. Aku ingin mensyukuri apa yang kumiliki. Aku tak mau menyia-nyiakan apa yang sudah dianugerahkan kepadaku.

Ini pilihanku, dan aku…bahagia.

and when I see myself in front of the mirror, I was like, “hey buddy, you’re so pathetic. what a sad girl.” and when I was talking to myself like that, I realize that it was all my own fault, and that makes me want to laugh at myself even more. with tears.

"I’m such a loner. Crying alone at the corner of the room. Bring back memories, just when I was in high school. Eventhough I’m supposed to be a grown up woman, but still, sometimes I ended up being a girl who knows nothing about being strong. Maybe I just too tired. Maybe I just to weak. And as my tears fall, my head is spinning, my body’s shaking, don’t know where to run. Writing only to give myself a little medicine, it is, if this post isn’t going to turn into a poison that kills me even more."

"Take me with you, I will never let you down. I will love you now and forever."

— Secondhand Serenade

"Yang kutakutkan itu bukan jauh darimu, tapi aku takut aku akan terbiasa untuk berjauhan denganmu."

— // tapi yg penting jauh di mata dekat di hati kan ya? :)) *melankolis pagi* //

Karena orang lain tidak ada yang mengerti, dan kita tak bisa mengharapkan untuk mengerti.

Dan aku sendiri pun adalah orang yang sulit dimengerti.

Yah sudahlah.

Ngga bisa tidur, tapi ngga punya energi untuk melakukan apapun selain menulis,
melamun,
dan memeluk bayang.

Sambil merasakan panas dan dingin sekaligus,
dengan air yang mengalir perlahan,
suara yang sayup,
aroma laut,
dan rindu
yang tertiup.

Yang Perlahan Meredup

Kau terlihat
Tapi tak nyata

Terdengar
Tapi tak ada

Kau di sini
Tapi tak di sini

Hanya sementara
Tapi satu hari terasa lama
Tanpamu

Semoga segera hilang
Jarak ini

Kamu
Cahayaku

Aku redup
Tanpamu

- On my bed, with tears. 10 Agustus 2014.

Just a little thought on the train

Jarang-jarang naik kereta jam segini. Biasanya subuh atau malem, jadi pemandangannya adalah matahari terbit, terbenam, hutan, dan sawah yg sepi. Pemandangan saat ini langka sekali: petani yang sedang membajak sawah dan menanam padi. Hampir di setiap sawah ada petani yang bekerja. What a great view. Tapi dari semua petani itu, tak satupun kutemukan yang masih muda. Benar-benar sayang. Apakah akan ada generasi muda yang mau meneruskan pertanian?

Efek kebanyakan belajar fisika.

  • Satu waktu.
  • Mama: Teh, mandi atuh. Udah siang..
  • Aku: Nanti dulu deh ma, dingin...
  • Mama: Dilawan atuh dinginnyaa
  • Aku: Yah susah ma. Kan setiap benda cenderung mempertahankan kondisinya. Buat berganti posisi itu berat, soalnya gaya gesek statis itu lebih besar dari gaya gesek kinetis.
  • Mama: ...
  • Lain waktu lagi.
  • Aku: Aip, nastarnya kok tinggal sedikit?
  • Aip: *ngunyah nastar*
  • Aku: Ooo pantesan, makan nastarnya aja cepet banget, laju nya 2 nastar/detik gitu.
  • Mama: Deuh ini yang stres belajar fisika...
  • Aku: *nyengir*

"Even the people who never frown, eventually break down"

— Linkin Park - Pushing Me Away